Aktiviti

26-6 Mesy HEM
29-6
1. Mesyu Koko Kali 3
2. Hub Shamen, Beri Link Psikometrik

Promosi M.Office 365

Edidik

Edidik

Tazkirah

Hidup Mesti Berkorban

Featured post

Bahan Tambahan Aksesori Youtube Anda

Levidio Youtuber Berisi 1300+ template untuk kebutuhan Youtube, Sosial Media, dan Promosi Anda : Module #1 20 Dynamic Video Template Module ...

Admin Blog

Admin Blog
Norish

Blog Archive

Tuesday, June 2, 2009
Seringkali antara kita bertanya, apabila melihat orang lain senang, kenapa dia tu kaya, rezki banyak, hidup senang.? Padahal tak sembahyang pun. Pertanyaan ini seolah-olah memberi gambaran, bahwa orang yang hidup bertakwa, sembahyang, menjauhi perintah Allah akan di beri balasan merupakan bonus di dunia ini berupa kesenangan dari segi harta. Sementara orang yang tidak mempeduli hukum hakam itu akan diberikan kesusahan dari aspek duniawi, kerjanya biasa, gajinya murah bahkan sering sakit-sakit.

Oh tidak, bukan begitu, soal harta dan ketaatan itu berlainan, bukankah Nabi Muhammad sendiri seorang yang miskin, sehingga pembesar Mekkah menawarkan harta, perempuan dan jabatan supaya Nabi meninggalkan ajaran dakwahnya ?

Berbicara hal ini, saya bawakan sepotong ayat dari surah An-Nahlu, ayat 71. “Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada hamba-hamba yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?.

Jelas di sini, Tuhan mengatakan Dialah yang melebihkan rezki sebahagian antara kamu, dan tiadalah kaitan antara ibadah itu dengan rezki, melainkan kebetulan jua. Sesungguhnya rezki yang sebenar-benarnya ialah di akhirat. Bahkan bebas dari azab kubur di alam barzakh pun merupakan satu rezki yang besar. Siapa antara kita yang telah mendapat jaminan bebas azab kubur?

So, pandangan, penilaian, dan pertimbangan akal melibatkan apa yang nampak sahaja adalah salah. Justeru kita perlu memandang ada sisi lainnya, yakni yang tak nampak dimata. Tapi wujud. Kebahagiaan, ketenangan, tidak nampak dimata seperti sebiji gelas atas meja, tetapi didalam hati namun ianya terpancar keluar memberi gambaran ketenangan yang dimiliki. Melalui tutur kata, tingkah laku dan cara bertindak.

Kesimpulan,marilah mengejar kebahagiaan yang abadi, bersyukur jika anda kaya dan senang, bersabar jika anda susah dan meniti hidup di atas jambatan kesusahan, kerana pasti ada pembalasan yang lebih besar buat orang yang bersabar. Amin

0 comments:

Post a Comment

Appsheet

Kaedah Detect Pantas tanpa perlu membuka Laptop dahulu. Dah ada di HP

PSIKOMETRIK 2020

BELUM JAWAB UJIAN PSIKOMETRIK


6 EXCELLENT
KHALEEF ASHRAF BIN MOHD KHIRDI

6 SMART
ADIELA NATASYA SUMAYYAH BINTI HAFIZUL FAHMI
MUHAMMAD FAIZ BIN GATOT PURWANDONO
MUHAMMAD SALEBUDIN BIN MUHAMMAD KHAMIS
NOR AQIRA BINTI SULHIEE
NOR AZRAEI BIN NORAZMAN

AZMEER- SK JLN TANJONG

Video Kami

Emel Unlimited Drive

Promosi untuk 30 orang, Emel baru dengan Drive Unlimited, Hanya RM45 sahaja.

namaanda@mail.gurukreatif.net
atau
namaanda@gurukreatif.net

Terkini












Search This Blog

Renungan

Hikmah Penularan virus koronavirus

Wahai Diri

Wahai Diriku, aku sayang pada diriku sendiri, Aku melihat diriku yang ceria itu, aku melihat diriku yang bahagia itu, itulah diriku yang sesungguhnya.

Ke manakah aku selama ini, aku ingin kembali,

Wahai Diriku, hal-hal yang tidak penting, tidak boleh mengganggu aku, hal-hal yang tidak berguna, aku letakkan aku lepaskan,

agar tenang hidupku
agar sihat badanku
agar lapang hidupku

Ya Tuhan, pandu hambaMu menjadi manusia cemerlang dunia, cemerlang akhirat

Ujian dalam hidup hadir untuk membuktikan cinta kita padaNya. Apakah hati masih cintakan dunia yang fana, atau akhirat yang kekal abadi. Oh Tuhan, bantu hambaMu untuk mendapat CINTA Mu yang Agung dan Abadie.

sementara Stock Masih Ada