Monday, February 27, 2012

Andai Masa Dapat ku Putar Kembali

NILAI..Sayu melanda hati ini, bila menatap gambar ini yang menjadi kenangan zaman berzaman.Apa tidaknya, semua nama-nama yang tercatat di atas sudah pun pergi dibawa arus Tsunami 2004. Tepatnya 26 Disember. Hanya 15 minit air hitam mematuk rumah-rumah di Kampung Jawa. Pak Buyung (paling kanan) merupakan ayah kepada Dayat (ana paling bongsu) terpaksa menanggung perpisahan buat selamanya dengan anak dan isteri. ( Bu Sum).

Dari kiri, Si Fir, bapaknya Pak Jamal, Ir, Pak Syed, Saya, Dayat, penulis, pak Hasan, Mimi, Ardian Shah dan Pak Buyung, Yang masih hidup ialah Mimi, Pak Syed, Ir dan saya.Yang lain semuanya sudah pergi, kendatipun Pak Buyung baru saja menutup matanya beberapa tahun lepas.(Al-Fatihah)

Sedangkan Si Ir (3 dari kiri) selamat bersama dengan Rara (Adiknya). Ir kini bertugas sebagai anggota polis. Namun setelah bapaknya meninggal, rumahnya di Aceh dijual. Untuk membantu masa depan Rara, bapaknya membeli sebuah rumah baru di Medan.

Pada tahun 2002 saya baru pulang dari Indonesia, tahun 2004 Tsunami melanda Aceh. Jauh dalam lubuk hati, rasa kesian sangat pada ibu-ibu (majoriti) yang sering mendengar syarahan saya setiap petang minggu di Kampung Jawa. Nak pergi tak ada wang, maklum baru balik dan belum punya pekerjaan tetap. Rumah Pak Amir Kambing (Orang Banten) sering penuh bila hari Ahad. Ibu-ibu datang untuk mengaji dan solat Asar berjamaah. Habis solat, Pak Amr arahkan saya menyampaikan syarahan.Ini berlaku selama hampir setahun lamanya.

2007 saya menggagahkan kaki untuk singgah di Banda Aceh, hari itu suasana raya,, tunggu punya tunggu bas dari Medan tidak juga muncul, akhirnya kami menaiki Van Rusa. Selama 15 jam perjalanan dari Langkat ke Banda Aceh, kami bergilir memandu Rusa. 

Seorang ibu (Mama Cut) menyambut kedatangan kami dengan gembira, maklum lama tak jumpa. Sempat Ibu Mama Cut bertanya kepada saya, "Pak Sam udah lupa sama kami ya? Kok nga pernah ke mari" Gambar ibu dan rumahnya tak sempat saya upload. Namun foto rumah mereka yang baru setelah rumah lama ditelan ombak naga telah saya upload ke Facebook.

Rupanya

Banyak hal yang kita tidak sangka akan berlaku dalam dunia ini.Termasuklah pertemuan dan perpisahan dengan seseorang. Andainya masa kan bisa kita ulangi kembali, nescaya akan saya putar kembali, untuk meniti hari-hari remaja yang sangat indah. Membaiki kesilapan masa lampau, membuang jauh kebodohan diri. Sesungguhnya manusia itu sikapnya tergesa-gesa, apabila diberi kebaikan dia menjadi bangga dan apabila diberi kesusahan dia gelisah - (Al-Maarij : 19)

Semoga jasad-jasad di atas bersemadi dengan tenang. Pak Tengku (Ayah pada Ardian Shah) berkata isterinya akan ke Mekah tahun depan (2013). Wah...walaupun kerja Pak Tengku hanya nelayan, tapi sempat juga mengumpul wang untuk ke Mekah.

Saya bertanya padanya, dimana agaknya mayat Yan (panggilan manja untuk Adrian). Entahlah jawabnya, saya pun tak tahu.Saya sudah pergi kemana-mana waktuhari tu (Tsunami) mencari mayatnya, namun tak ada kontak sikit pun.

Kepada anak-anak yang pernah bersama dengan saya dan isteri dahulu di Bumi Rencong, tunggu kami di syurga ya.
 

No comments:

Post a Comment