Edidik

Edidik

Tazkirah

Hidup Mesti Berkorban

Featured post

JOM BELAJAR BERGURU

SELALUNYA MEMBACA DAN BELAJAR, JAUH BEZA, MEMBACA HANYA MENATAP, ADAPUN BELAJAR, KITA MENATAP, MENDENGAR DAN MELIHAT, DAYA INGATAN AKAN MENI...

Admin Blog

Admin Blog
Norish

Blog Archive

Monday, March 19, 2012
Bila terkenang nama-nama ini,sayunya perasaan memenuhi diri, (1)Almarhum Zamani (Sg Budur),(2)Zaki (Sik),(3)Cikgu Fakhrul,(4) Muammar,(5)Ramli Gua Musang, (6)Warsito, (7)Asfarihan (8)Murshidi Mustafha, dan sebaris nama-nama yang tidak rapat dengan kehidupan saya, apa tidaknya, mereka semua rakan baik saya, namun kini sedang berada di dalam lapisan tanah.Adakah jasad-jasad anda telah menjadi tanah? oh sahabatku.

Oh kawan...sedang apaan anda semua sahabatku? Nama-nama kalian cukup menjadi bukti nyata, bahwa hidup ini hanyalah sementara cuma. Kita tak ubah seperti pelakon yang sedang berteater di pentas dunia, kelak, kami pun akan menyusulmu semua.

Maafkan daku kiranya ini sahabatmu, yang pernah mengaku dirimu sebagai sahabat baik dunia wal akhirah, namun sesaat terlupakan dirimu yang sedang berada di alam baqo.Ku sedar teman, pemergian mu semua tidak akan kembali lagi, dan ku sedar juga, kalian amat memerlukan doa-doa dari kami, apalagi dari anak cucu anda.

Oh Tuhan,apakah disaat pemergian ku nanti, pun begitu terpaksa memikul beban takdir seperti mereka jua,hidup seadanya, pergi alakadarnya, tak siapa mengenang lagi daku dilapisan tanah nanti. Kiri kanan hanyalah tanah, tiada suara-suara anak-anak, tiada suara-suara rakan,teman dan taulan,tiada suara kekasih, tiada bunyi alunan muzik dunia.Tiada juga tiupan angin sepoi-sepoi. Dunia sepi seribu bahasa, hanya menanti tiupan akhir seruling Israfil.

Ya Tuhan, kepada sebaris nama-nama diatas, antaranya pernah menjadi pengikutku dalam jalan menuju Mu, ampunkan dosa-dosa mereka Ya Allah, sesungguhnya rahmat Mu luas, tak terhingga. Kami insan yang penuh dosa, datang padaMu mengheret dosa-dosa yang kiranya masih belum Kau ampun.

Sebagai manusia, kami punya naluri, tahu kasih dan sayang, tahu nilai benci dan hina, ampunkan kami, andainya kami mengasihi makhluk MU, padahal wujudMu lah yang benar adanya, Kekal adanya,tak kan sirna dek hancurnya kekuasaan dunia. 


ShazaHamdy

0 comments:

Post a Comment

Renungan

Hikmah Penularan virus koronavirus

Wahai Diri

Wahai Diriku, aku sayang pada diriku sendiri, Aku melihat diriku yang ceria itu, aku melihat diriku yang bahagia itu, itulah diriku yang sesungguhnya.

Ke manakah aku selama ini, aku ingin kembali,

Wahai Diriku, hal-hal yang tidak penting, tidak boleh mengganggu aku, hal-hal yang tidak berguna, aku letakkan aku lepaskan,

agar tenang hidupku
agar sihat badanku
agar lapang hidupku

Ya Tuhan, pandu hambaMu menjadi manusia cemerlang dunia, cemerlang akhirat

Ujian dalam hidup hadir untuk membuktikan cinta kita padaNya. Apakah hati masih cintakan dunia yang fana, atau akhirat yang kekal abadi. Oh Tuhan, bantu hambaMu untuk mendapat CINTA Mu yang Agung dan Abadie.