Thursday, June 7, 2012

Menggapai Ketenangan Lewat Zikir

Waktu saya belajar dulu, saya banyak kumpul hadis-hadis bab Dzikir, kebetulan skripsi yang melayakkan saya mendapat Ijazah Sarjana Muda berjudul tentang Dzikir.Berikut antara koleksi saya dahulu.

Dalil Al-Qur'an

Firman Allah Taala: “Wahai orang-orang yang beriman,berzikirlah kamu kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya, Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (Q.S:Al-Ahzab; 41,42,43)

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah Allah sebanyak-banyaknua agar kamu beruntung.(Q.S: Al-Anfaal 45)


Dalil Hadis Nabi

Dari Ibnu Abbas r.a berkata : telah bersabda Rasullallah s.a.w “Berdzikirlah kamu kepada Allah dengan dzikir yang banyak sehingga dikatakan oleh org munafiq bahawa engkau menunjuk-nunjuk”.

Dari Abu Hurairah, dia berkata : “Satu hari Rasullallah saw. Sedang berjalan di sebuah jalanan Makkah. Beliau melewati sebuah gunung bernama Jumdan, beliau bersabda: “Berjalanlah. Itu adalah Jumdan, telah berlalu al-Mufarridun, Para sahabat bertanya : siapa itu Mufarridun ya Rasulallah? beliau menjawab,”Orang-orang yang banyak ingat kepada Allah, laki-laki dan perempuan”. (Terj.Sahih Muslim,Jil;4:hal 608)

Dalam kitab Hidayatus Salikin antara disebutkan beberapa kelebihan zikir, antaranya ialah “Meringankan akan segala yg berat-berat pada hari qiamat krn sabda Nabi SAW : “Telah mendahului akan kamu oleh orang yang Mufarridun itu” berkata mereka siapa orang yg Mufarridun itu Ya Rasulallah ? Maka Sabdanya “Mereka itulah yang mengekalkan akan dengan menyebut Allah padahal menghilangkan dan meringankan menyebut dzikir itu daripada akan segala yang berat-berat daripada dosa mereka itu pada hari Qiamat”. (H.S;hal:392)


Kebenaran berzikir di Masjid

Ayat-ayat yang menunjukan kebenaran berzikir di Masjid ialah surat Al-Jin ayat 18.

Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah”.

Kebenaran yang sama ada tercatat dalam surat an-Nur ayat 36 dan 37.

“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.


Larangan Melarang Orang Berzikir di Masjid

Ayat yang menyatakan Allah murka kepada mereka yang melarang akan orang yang berzikir di Masjid dengan firman-Nya :

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia akan mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat”. (Q.S:02:114)

Manfaat Dzikrullah.

Seorang Ulama yang bernama Said Hawwa dalam KitabNya Al-Mustakhlas Fi Tazkiyatin-Nafs  mengatakan :“Ingatlah bahawasanya kecintaan dan ketenangan itu tidak mungkin dapat di capai, melainkan dengan jalan sentiasa menyebut-nyebut Dzat yang dicintai itu serta kekal, yakni terus–menerus mengingatiNya”.

Sabda Nabi Muhammad :لاتقوم الساعة حتي لا يقال في الارض الله الله yang artinya “Tidak akan bangkit qiamat, sehingga tidak ada lagi orang yang menyebut Allah!,Allah!”

Kesimpulan

Keagungan dzikir kalimah Allah ini secara khusus ditulis oleh S.S Kadirun Yahya dalam risalah Filsafat tentang “Keakbaran dan Kedahsyatan Kalimah Allah”, Fakultas Ilmu Kerohanian dan Metafisiki, Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan, 1984. Dalam risalah ini antara lain dikemukakan bahwa sepuluh manfaat Dzikrullah dalam mengatasi berbagai problema dewasa ini, seperti bahaya senjata-senjata atom dan nuklir, penyakit-penyakit kanker, leukimia dan sebagainya, pembersihan jiwa, dan berguna bagi memadamkan api peperangan.

Syeikh Amin Kurdi menganjurkan, “Biasakan diri kamu berzikir dengan menyebut nama Penciptamu, dengan mana-mana zikir yang kau sukai, akan tetapi ketahuilah zikir yang paling tinggi, ialah kau menyebut Allah! Allah! jangan di tambah-tambah padanya walau sesuatu apapun.

Menurut guru besar IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sesungguhnya sakinah berada dalam hati manusia. Ketenangan dan ketenteraman, kata Kiai Aqiel, bukan disebabkan oleh melimpah ruahnya harta maupun tingginya pangkat dan jabatan. Ketenangan itu datangnya dari Allah dan terletak dalam hati masing-masing.

Prof. Dr. H.Abu Bakar Aceh, di dalam bukunya Pengantar Sejarah Sufi dan Tasauf, Halaman 210, menulis:

Bahwa Tuhan menciptakan empat orang wali besar, yang dinamakan Autad, yang menjaga keselamatan dunia, semuanya ada empat orang, seorang di Timur, seorang di barat, seorang di Syam, dan seorang di Yaman, masing-masing bertanggungjawab terhadap seperempat dunia. Apabila seorang dari mereka wafat, digantikan dengan 70 orang, yang dinamakan nujaba’, begitu juga apabila yang seorang mati pula lalu digantikan dengan 40 laki-laki, jika seorang laki-laki in mati, digantikan dengan 70 orang, yang dinamakan nujaba’, begitu juga apabila salah seorang daripada mereka mati, digantikan dengan 300 org penggantinya, yang dinamakan nuqaba’, dan apabila seorang dari mereka wafat pula digantikan dengan 500 orang pilihan, yang dinamakan asaib, yang pada akhirnya berpecah atas orang-orang yang dinamakn mufarridun, yang berkeliaran di atas muka bumi sebagai orang biasa, sebagai pemimpin umum dari segala golongan itu ialah Nabi Khaidir, dan sebagai wali yang terakhir ialah Imam Mahdi. Demikianlah diringkaskan dari ceritera Abdullah bin Mas’ud”.
 

1 comment:

  1. Penyakit Al Wahan, yaitu penyakit cinta dunia dan takut mati. Berhati-hatilah.

    ReplyDelete