Thursday, April 7, 2016

Pengembaraan ke Balik Papan

18 Mac 2011. Macam ngak percaya ya..dengan tambang Rm366.00 pergi pulang (PP) saya sudah pun berada di Balik Papan Indonesia jam 3.15, sedangkan paginya di Malaysia. Saya bersama 2 orang rakan akan membawa anda meninjau apa yang ada di Balik Papan ini, khususnya Kalimantan Timur.Jom...

Bersebelahan dengan laut Sulawesi. Negeri ini (propinsi) terletak di sebalah laut Sulawesi, dimana kebanyakkan orang-orang suku Bugis berasal dari sana. Di sini, ada suku Madura, Dayak, Bugis dan lain-lain. Beberapa minggu kelmarin, tanpa di masukkan berita ini ke akhbar maupun television, ratusan suku kaum Madura meninggal di penggal leher oleh ilmu orang Dayak.Hairannya, orang Madura yang dipenggal lehernya, tidak melihat siapa yang datang memenggal mereka, tiba-tiba saja, leher mereka putus, padahal sedang berada dalam sebuah kereta yang bertutup cerminnya.

Mungkin kisah ini akan menambahkan lagi semangat suku kaum tertentu, makanya ia tidak di sebarkan. Saya cukup merasa hairan dengan ilmu suku Dayak.Inilah keanehan kaum dan suku tertentu yang ada di Indonesia, belum lagi ilmu boleh terbang, berjalan atas air dan berjalan kaki di siling kepala di bawah. Adalagi ilmu pukau memukau, sehingga ada sebuah pelabuhan di Indonesia, orang Indonesia sendiri pun merasa takut jika ke sana, hanya dengan mencuit bahu, mereka sudah berjaya memukau seseorang, sehingga orang yang di pukau akan menyerahkan dompet, wang dan sebagainya.

Itulah sedikit perihal kisah beberapa minggu lalu yang terjadi disini. Kisah ini membuat sahabat saya disana meminta saya menunda pemergian ke sana, kerana keadaan lagi parah katanya. Ah...dalam hati, walau pun ada rasa takut, rasa untuk melihat apa yang terjadi rasanya lebih kuat dari takutnya, sama juga waktu di Aceh dulu, malam-malam orang pada tidur dirumah, dan menonton TV, saya dengan bebek ke sana sini. Rasa takut tak ada sangat. Sebenarnya saya rasa saya bukanlah orang yang menjadi target timah cair (peluru hidup), walaupun ada juga orang yang tidak bersalah terkena peluru nyasar dari AK47 atau M16.

Apalagi jika anda mengamalkan zikir, hati anda hanya takut kepada Allah, maut terletak padaNya. Kerana itu saya terus berjalan-jalan dengan mengenderai speda motor saya walau pun ramainya orang lain sudah berada di rumah masing-masing. Alhamdulillah, 4 tahun tiada apa-apa yang berlaku.

Cuma ada satu malam, ketika sedang minum air di kedai kopi Yusti, saya dan kawan-kawan melihat cahaya yang sangat laju sedang melintasi sebuah padang. Rupanya itu adalah cahaya tembakan yang dilepaskan ke arah sasaran tertentu.

Tanpa berlengah, saya terus menghidupkan enjin motor dan terus pulang dengan 2 orang kawan. Di tengah jalan, didalam kegelapan, saya terlihat sepertinya ada sebatang kayu yang sedang merintangi disebatang jalan. Bila kami hampir, rupa-rupanya sekujur mayat yang baru sahaja ditembak.

Apalagi, saya terus memecut hingga ke rumah, sampai di rumah, saya buka pintu tanpa turun dari motor dan terus masuk ke dalam rumah dengan motor-motor sekali.. Haha...ada sorang Ustaz masa tu duduk dalam mess (rumah pelajar) tu, dengan terkejut dia bertanya, ada apa? ada apa? mayat... mayat....

OK lah, kita kembali ke cerita di sini. Saya suka melihat ketenangan alami, yang jauh dari kerosakan asap dan pembangunan duniawi.Lihatlah diperkampungan ini, sungguh nyaman bukan?


Siapa yang tak senang melihat warna hijau seperti ini. Hijau juga salah satu warna pakaian disyurga. Seorang ulama (Luqmanul Hakiem) berkata, kalau anda inginkan jiwa mu lapang, seringlah melihat warna hijau, dan air yang sedang mengalir.

Indah bukan...ciptaan Tuhan...Allah SWT.

Jalan ke Samboja dari Kota Balik Papan, sekitar 50km. Perjalanan hampir 1 jam setengah.

Yang ini adalah surau yang ada di pondok pesantren yang dibangun sahabat saya. Santrinya ada seramai 200 orang.


Pejabat pengurusan sekolah...namanya Jabal Nur...diberikan oleh seorang ulamak besar..kerana terletak di atas bukit yang tinggi.

Chairman sedang meninjau keadaan dan suasana disekitarnya




Habis kotor sandal....hehe...kemudian naik kereta...saya berpesan pada kawan, tolong berhenti di jalan, untuk basuh kaki, katanya kalau kita kaki kotor, orang akan layan kita di kota nanti, dia tau kita ada uang, tapi kalau kita kaki bersih, mereka ga layan, kerana dia perasan kita tak kerja.



Pasir yang sangat halus...mulus...sesuai untuk plaster rumah

Ada pelantar minyak rupanya di sini. Patutlah dari jauh kelihatan awan nya merah.


Pulangnya kami dibeli..kain samarinda


Perkampungan ...rumah yang dibina zaman Belanda memerintah


Anak-anak sekolah Indonesia baru pulang sekolah.

Waduh-waduh..besar sekali

Anak-anak Indonesia..hebat....jual suratkhabar mengenepikan rasa malu demi untuk uang.


Bersama sahabat saya

Hotel Samudera...hotel 4 bintang kami menginap..Ongkosnya Rp500.000

Jam 4.15 petang kami tiba di Malaysia lewat Air Asia tepatnya di LCCT. Kami akan kembali lagi buat kali kedua untuk memeterai perjanjian.

Akhirnya....
terima lah ini
 

No comments:

Post a Comment